Rabu, 12 November 2014 sore hari sepulang dari kantor seperti biasa suasana rumah tidak pernah sepi, karna selain aktifitas catering mama yang lagi rame orderan ada beberapa temen lama yang mulai ngumpul di rumah, sekedar ngumpul dan skalian bantuin mama nyelesekan orderan catering, hitung hitung pekerjaan catering mama jadi cepet selese. Sore itu kulihat adikku tampak murung duduk sedirian di ruang tengah, ga ada yang aneh awalnya, isteriku tetiba menghampiriku saat aku baru masuk ruang tamu sepulang kantor mengatakan kalo ntar malem anak anak ngajakin ke happy puppy karaoke an bareng acara perpisahan si cungkring yang mo pindah ke kalimantan selatan & ga balik ke samarinda lagi, awalnya aku menolak untuk ikut karna harus menyeleseikan deathline pekerjaan kantor dan esoknya harus aku serahkan ke mitra perusahaan walopun akhirnya aku luluh juga untuk ikut karna bujukan isteriku. Agar pekerjaanku ga numpuk aku berinisiatip segera menyelesaikannya sehabis magrip, janjian sama anak anak jam 10 malem di happy puppy, aku pikir masih sempat lah beberapa jam menyeleseikannya dengan ga terburu buru. Sehabis magrip aku pun dengan segera buka laptop dan mulai mengerjakannya, aku begitu larut dengan duniaku sesaat.
Adikku yang duduk termenung melongo di ruang tamu nampak menghampiri mama untuk pinjam motor dan minta uang untuk hangout bareng teman teman nya, mama ku menolak meminjamkan motor dan kasi uang, kegiatan catering mama mengharuskan mama untuk siap sedia kesana kemari menggunkan motor, walopun ada banyak motor di rumah milik kami kami ini yang bantuin mama tetapi mama selalu segan untuk memakainya kecuali kepepet. Adikku terus memaksa mama dengan berbagai alasan klasik anak anak muda jaman sekarang, mama sempat berkata kepada adikku, "Jangan Jalan Malam Ini" nampak raut muka mama yang khawatir akan sesuatu terhadap adiku, ga biasanya mama gitu, biasanya sambil dengan omelan khas seorang mama tapi tetep memberi uang adikku dan meminjamkan motor, malam itu berbeda, mama bersikeras melarang adikku untuk keluar rumah dan beristirahat malam itu karna tiap malam adikku selalu keluar rumah menghabiskan waktu dengan teman temannya. Dengan paksaan adikku akhirnya mama pun merelakan motor untuk dipakai adikku dan adikku pun langsung berlalu pergi tanpa menghiraukan mama lagi, kejadian itu aku anggap sesuatu yang biasa terjadi tiap hari tiap malam, aku tetep pada dunia pekerjaanku malam itu karna aku menyelesaikan pekerjaanku di ruang makan yang masih satu ruangan dengan ruang tengah tempat posisi adikku dan mama, aku sering menyelesaikan pekerjaan di ruang makan, selain karna posisi meja makan yang pas untuk ngetik laptop & ga bikin sakit punggung dan lenganku colokan listrik buat leptop pun deket jadi ga jauh jauh cari colokan listrik ketimbang di ruang tamu ato di kamarku lantai dua yang sempit.
Sekitar jam setengah sembilan shela yang berada di kamar bersiap siap untuk pergi ke happy puppy bersama isteriku dan temen temen lain mendapat telpon dari opi temen adikku memberitau kalo adikku kini sedang berada di RSHD (Rumah Sakit Haji Darjat) nampak shela sock mendengarnya sambil menanyakan apa sebenarnya yang menimpa adiku dicky, tetapi opi temen adikku hanya memberi pesan agar segera ke RSHD dan akan di jelaskan di sana (RSHD). Shela yang sock mendengarnya segera memberitau mama dan papa yang lagi sibuk dengan bahan bahan masakan, nampak raut muka mama berubah, antara sedih bingung dan bertanya tanya kenapa sampai berada di RSHD dan pasti terjadi sesuatu yang ga mengenakkan, tetapi shela juga ga tau mesti menjelaskan apa karna telpon dari opi hanya memberitahukan agar segera ke RSHD dan ntar di sana di jelaskan. Isteriku pun ga kalah sedih, yang tadinya mo hepi hepi acara perpisahan si cungkring yang mo pindah ke kalimantan selatan jadi buyar, isteriku pun mengajak segera ke RSHD, aku pun bergegas mematikan leptop dan mamasukkan berkas berkas pekerjaanku ke tas dan langsung ganti baju di kamar, aku beserta isteriku, shela dan temen temen lain bergegas pergi tanpa mama dan papa, kami memang yang meminta agar mama papa nanti aja nyusul, biar kami yang datang dulu.
Sampai di RSHD kami pun menuju ICU, nampak opi dan temen temen adikku berkumpul di depan pintu lobby dan ada tiga orang asing dua laki laki dan satu perempuan ikut berkumpul di dekat opi, opi pun menjelaskan dengan wajah yang ga nyaman dengan kami bahwa dicky mengalami kecelakaan, dia menabrak mobil avanza milik mas rizki orang yang tadi aku lihat asing dua laki laki bersama satu perempuan,aku melihat opi seperti merasa bersalah karna dia lah yang pergi bersama dicky adikku dan yang membuat kami kaget adalah dicky mengalami kecelakan dengan paha kirinya yang patah, opi meminta agar jangan dulu memberitau mama papa, takutnya malah tambah sock, nampak isteriku yang paling terpukul, dia nampak sibuk telpon kerabat, tetapi yang patut di apresiasi adalah mas rizki dan kedua temannya yang bersedia bertanggung jawab penuh atas apapun yang menimpa dicky dan segala kebutuhan rumah sakit dan pengobatan dia bersedia bertanggungjawab tetapi dengan catatan agar kejadian ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa ada campur tangan pihak berwajib.
Waktu menunjjukkan jam sepuluh malam masih di hari rabu tanggal 12 november 2014, dicky masih terbaring ga sadar di ruang ICU RSHD, nampak kaki kirinya sudah terbalut suatu penahan dan perban agar tetap posisi kaki lurus karna tulang paha kiri yang patah, kami cuma bisa melihatnya dari luar ruangan ICU, dokter menyarankan kami untuk ga dulu masuk, dokter masih menyelesaikan tugasnya. Ga lama berselang dokter pun memperbolehkan kami masuk ruangan ICU, dokter menjelaskan dengan hasil ronsen paha kiri dicky yang patah dan dicky harus segera di operasi kamis 13 desember jam delapan malam yang artinya dicky harus rawat inap dan kamar yang tersedia semua penuh terkeculi ruangan VIP yang harganya selangit, kami pun berembuk dengan mas rizki yang mau bertanggung jawab penuh, mas rizki pun berkata agar mencari alternatip rumah sakit lain yang menyediakan ruangan kelas tiga karna posisi keuangan mas rizki saat itu yang ga sepadan dengan ruangan kelas VIP, mas rizki rupanya berpikir panjang karna dicky kondisinya dengan tulang paha kiri yang patah akan memakan waktu lama untuk penyembuhan dan lagi motor mama yang dipakai dicky saat ini sudah di angkut petugas polisi patroli yang lewat lokasi kejadian dan semuanya membutuhkan dana yang ga sedikit dan berkesinambungan, kalopun dananya dipakai saat ini dengan ruangan VIP mas rizki takut akan kehabisan dana di saat kondisi dicky memerlukan penyembuhan berkelanjutan. Kami pun mencari alternatip lain dengan meminta rujukan dari RSHD ke rumah sakit lain yang masih menyediakan ruangan kelas tiga, nampak mas rizki dan kedua temannya masih sibuk di lobby menghadap admin RSHD menunggu kabar kepastian di rumah sakit mana, berkali kali admin sibuk memberitahu mas rizki karna sudah beberapa rumah sakit di hubungi tapi semuanya dalam posisi penuh untuk ruangan kelas tiga, kami pun memutar otak dan salah satu dari kami memberikan ide agar menghubungi sebuah rumah sakit baru yang berada di jalan utama kota samarinda, memang rumah sakit itu ga banyak yang tau dikarenakan masih terbilang baru untuk kota samarinda dan rumah sakit itu bernama Rumah Sakit Samarinda Siaga yang dimiliki sepenuhnya oleh PT. Pupuk Kaltim, sebuah perusahaan standar internasional yang terletak di bontang kalimantan timur, dan akhirnya admin RSHD pun memberikan kabar baik bahwa ruang kelas tiga masih tersedia di sana, dan pihak RSHD pun mempersiapkan ambulans untuk mengantar dicky ke Rumah Sakit Samarinda Siaga, kami semua pun mengiringinya dari belakang.
Dicky sudah terbaring di ruang kelas tiga, nampak keluarga kami berdatangan silih berganti, kami yang tadinya pingin bersenang senang di happy puppy merayakan perpisahan cungkring sudah ga mikirin lagi karna pesta perpisahannya pindah ke lobby rumah sakit samarinda siaga, pihak keluarga yang tua tua memilih langsung menuju ruangan dimana dicky di inapkan, kami ngumpul bersama teman teman dicky dan mas rizky bersama beberapa temannya di luar lobby, mas rizky masih siaga mencari kabar di lobby rumah sakit tentang biaya operasi dan pihak rumah sakit memberitahukan masih dalam proses pemeriksaan dokter, mas rizky pun memilih ngumpul bersama teman teman nya ga jauh dari posisi kami. ga lama berselang pihak dokter memanggil kami selaku keluarga dari dicky dan menjelaskan kondisi terkini dicky, dokter pun berkata agar dicky harus segera di operasi tulang paha kirinya dan total biaya adalah 30 juta meliputi biaya operasi - biaya pasang pen tulang - biaya pengobatan - dan biaya kamar, pihak kami diwakili isteriku yang sedari tadi yang paling sibuk hilir mudik membantu mas rizki mengurus keperluan administrasi walopun biaya ditanggung mas rizky tapi isteriku lah yang menemani mengurusnya juga, hitung hitung kejadian ini kami anggap menyeleseaikan nya secara kekeluargaan.
Mas rizky merembuk dengan kami, dia menjelaskan posisi keuangan yang lagi lagi jadi masalah jika biaya operasi ampe 30 juta, dan lagi akan ada proses penyembuhan dan harus operasi lagi untuk lepas pen tulang, mendengar penjelasan panjang lebar mas rizky isteriku pun membicarakannya ke para tetua keluarga kami untuk mencari jalan keluar terbaik, mas rizky memang menanggung segala biaya pengobatan dan biaya untuk mengeluarkan motor mama yang diangkut polisi serta biaya perbaikan mobilnya dan motor mama tetapi kalo biaya operasi ampe 30 juta dia mengkhawatirkan akan menghambat biaya untuk proses kesembuhan dicky selanjutnya. Hasil rembukan keluarga mengatakan agar dicky sebaiknya di pulangkan aja dan mencari kesembuhan secara "alternatip" , ya kurang lebih secara tradisional, selain murah meriah dan terjangkau, banyak orang yang kondisinya sama dengan dicky telah membuktikan patennya pengobatan secara tradisional. Beberpa dari kami sibuk nelpon kerabat masing masing mencari tau di mana dan siapa yang bisa mengobati dicky walopun jam sudah menunjukkan jam 12 malam masih di hari rabu 12 november 2014.
Kamis pagi 13 November 2014 aku berangkat ke rumah sakit sebelum kekantor, tadi malam hanya aku dan mama yang pulang ke rumah ga tau jam brapa, pagi itu aku masih sangat mengantuk akibat kurang tidur tapi aku memaksakannya aja untuk segera ke rumah sakit, nampak isteriku dan shela berada di depan ruangan kelas tiga tempat dicky di inapkan, aku bergegas menghampirinya dan menyerahkan uang titipan mama agar diserahkan kepada isteriku untuk pegangan, dicky rencananya keluar pagi ini untuk dipulangkan paksa oleh kami dengan dalih biaya operasi yang terlalu mahal dan kami akan mencari alternatip pengobatan lain walopun pesan dari dokter agar dicky jangan sampe di obatin secara tradisional mengingat posisi tulang paha dicky yang patah terdapat pembuluh darah yang sangat rentan dan berbahaya jika di tangani bukan ahlinya ga nyurutkan kami untuk memulangkan dicky dan tetap pada pendirian dan keyakinan para tetua kami tentang kesembuhan dicky. Semalam salah satu tetua keluarga kami mendapat informasi bahwa ada seseorang ahli dalam bidang patah tulang yang dapat menangani dicky. kami pun segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulangkan dicky dan segera meluncur kelokasi tempat penyembuhan.
Sore hari kamis 13 November 2014 aku bergegas pulang ke rumah dari kantor aga terburu buru setelah mendapat kabar dari isteriku bahwa dicky sudah berada di rumah setelah sebelumnya pulang dari rumah sakit langsung menuju ke tempat pengobatan alternatip, aku melihat dicky terbaring di ruang tengah di tempat dia kulihat termenung terdiam kemarin. Masih awal sii pengobatannya tapi kami semua yakin akan kesembuhan dicky dan lagi sikap mas rizky yang bertanggungjawab menambah keyakinan kami akan keadaan bakal jadi lebih baik. Aku jadi terpikir tentang perkataan mama kemarin yang melarang dicky untuk keluar rumah, memang perkataan yang sepele kalo dipikir tapi sarat akan makna terpendam, namanya filing seorang ibu terhadap anaknya membuat pembelajaran bagi kita semua bahwa begitu dasyatnya perkataan seorang ibu bila ga di indahkan, perkataan ibu yang singkat namun padat "JANGAN JALAN MALAM INI" seolah memberikan warning pada dicky yang bengal tentang kuatnya filing seorang ibu, hal ini semua juga dapat jadi pelajaran buat dicky yang nampak masih sock dengan tatapan yang kosong tanpa ekspresi dikitpun, mungkin dia flasback kejadian sebelumnya, semoga dia juga sadar akan kesalahannya yang telah bikin mama menitikkan air mata dan ga mengindahkan perkataan mama. Mencoba untuk netralisir keadaan, kita pun seperti biasa mengajaknya bercanda dan mendapatkan tanggapan dingin oleh dicky, tapi kita maklumin itu, masih sock... begitulah tanggapan kita semua.
Dicky masih harus balik lagi ke tempat pengobatan alternatip itu seminggu sekali, mas rizky menitipkan dana agar dipakai untuk membayar pengobatan, pengobatan alternatip ini memang ga matok harga, karna dia meminta seikhlasnya yang membuat mas rizky menyanggupinya sampai dicky sembuh. Tentang motor mama yang kini di tahan polisi mas rizky pun berjanji akan mengeluarkannya dan mengantarkannya ke rumah, mas rizky pun memberikan jaminan copy KTPnya dan semua nomor yang bisa dihubungi jika sewaktu waktu diperlukan. Kami sekeluarga sangat menghargai niat baik mas rizky, semoga kita semua bisa dapat pelajaran berharga dari kejadian ini.
Komentar