Langsung ke konten utama

Maling Atau Pencuri ??

Aku punya seorang adik, dia masih duduk di bangku kelas 10 (kelas 1) salah satu sekolah menengah kejuruan swasta di kota samarinda, namanya juga remaja yang pasti kumpul bareng teman teman adalah hal yang mutlak, walopun teman temannya ya sekitaran komplek tempt tinggal ku juga, kebiasaannya yang sering membawa teman teman nya untuk sekedar kumpul di rumah membuat ibuku yang membuka usaha catering di rumah tidak menaruh curiga apa pun terhadap semua orang yang hilir mudik di rumah, namanya juga usah catering, ada banyak orang yang bekerja membantu ibu menyelesaikan pesanan catering, dan lagi orang orang yang membantu ibu untuk usaha catering nya adalah orang rang terdekat, maksud nya bukan orang lain lah, karena sudah dari dulu tu rumah rame terus membuat kehadiran teman teman adikku yang lalu lalang untuk ngumpul di rumah sudah dianggap sangat biasa, lagian ibuku juga orangnya sangat welcome selama tu orang juga baik dan dapat membantu meringankan pekerjaan usaha catering ibu.


Suatu hari ada salah satu orang yang tinggal di rumah sebut saja “R” kehilangan jam tangan nya, karena tu jam tangan di taruh di atas meja yang tak lama beberapa teman adikku nongkrong di dekat meja itu, secara otomatis “R” curiga dengan salah satu teman adikku yang mengambil nya, karena kejadian nya berlangsung cepat, sempat terjadi interogasi kepada semua teman teman adikku tetapi tidak ada satupun yang mengaku, nama nya juga maling ya mana ada yang mau ngaku.

Selang beberapa hari terjadi lagi namun kali ini adalah uang , orang yang tinggal di rumah yaitu “S” kehilangan uang nya di dalam kantung celana nya, lagi lagi tu terjadi ga jauh dari teman teman adikku nongrong di rumah, kami seisi rumah mulai curiga, ada salah satu dari teman adikku yang memanfaatkan situasi rumah yang ramai orang lalu lalang sehingga tidak begitu memperhatikan tu maling sedang bergerilya meng obok obok ruangan di lantai dua, rumah yang kami tinggali berlantai dua, sedang kamar ku berada dua, si “S” pun kamarnya di dua, dan teman teman adikku sering nongrong di lantai dua juga, lengkap lah sudah kecurigaan kami mengarah pada teman teman adikku.

Kali ini aku yang jadi korban nya dan lagi lagi uang yang hilang, di kejadian pertama uang yang aku taruh di dalam dompet dan dan dompet itu ada di dalam tas kerja ku, tas kerjaku tentu di dalam kamar, tu uang sebenarnya bukan uang milikku namun uang kantor yang harus aku setorkan ke Bank, dan untungnya walopun tu uang dalam lembaran ratusan ribu sebanyak 17 lembar namun yang hilang hanya dua lembar, aku sempet heran ni maling mungkin masih ada niatan baik ga ngambil semua uangnya. Kejaia kedua tepat kemarin siang, dompet ku lenyap dalam tas dengan kondisi tas ku terbuka resleting nya, kemarin aku memang singgah sebentar ke rumah untuk maksi dan tas aku letakkan di ruang tamu seperti hari hari biasa aku lakukan ya seperti itu saat siang hari pulang maksi dari kegiatan kantor, si “R” sempat melihat bahwa teman adikku yang bernama “J” baru saja membuka tas milikku di ruang tamu, si “S” memang tidak melihat nya secara langsung karna posisi “S” sedang baringan di ruang tengah dan melihat dari pantulan cermin yang ada di ruang tengah. AKu jadi emosi tingkat dewa, aku cari adikku ke tempat dia biasa nongkrong yaitu di simpangan jalan ga jauh dari rumah namun aku ga liat sosok “J” yang ada hanya adikku aja, aku ajak adikku untu mencari “J” dan aku ceritaka kejadian nya. “J” aku dapati di sebuah warnet di ujung jalan sesuai petunjuk dari adikku, aku seret dia, aku cengkram lehernya dan aku minta tunjuk kan di mana dompet ku, “J” sempat berkilah dengan jawaban yang berubah ubah, nampak keliatan dia sock atas apa yang dia lakukan ternyata terlihat oleh “R” yang pernah kehilangan jam tangan.

Aku menyeret nya ke rumah, “J” menunjukkan di mana dompet ku, tidak di dalam tas seperti awal nya namun berada di kamarku, kan dompet ku aku taruh dalam tas, dan ga mungkin tu dompet tau tau dalam sekejap bisa berada dalam kamar ku di lantai dua kecuali ada yang memindahkan nya, kudapati duit dalam dompet ku pun lenyap, nampat pucat muka “J” sambil tertunduk membawa alqur’an dan dia bersumpah bukan dia yang mengambil nya karna aku mengancam akan membawa nya ke kantor polisi, “J” masih berkeras bukan dia pelakunya sampai dia tertunduk posisi jongkok minta belas kasihan ku agar segera memukuli nya tanpa membawa nya ke kantor polisi. Aku langsung berinisitif membawa nya ke ruang tamu karna posisi ku dan “J” saat itu berada di depan kamarku di lantai dua, di ruang tamu sudah ada “R” yang kehialngan jam tangan nya, “S” yang kehilangan uang nya di dalam saku celana nya dan ibuku sendiri dengan memberi kode agar jangan terlalu ribut karna akan membangunkan bapak dan bisa bisa kalo bapak tau malah tambah panjang kisah nya.

"J" pun jadi pesakitan, di cerca dan di interogasi oleh semua yang ada di ruang tamu, awal nya di mengelak namun pada akhirnya mengaku juga dia lah yang melakukan nya semua, asal tau aja. si "J" ini adalah teman adikku yang broken home, bapak ibu nya cerai dan ibunya menikah lagi, "J" tinggal dengan ibu nya namun tidak tahan dan akhir nya keluar dari rumah. "J" putus sekolah jadi sering tidur di kamar adikku, makan, terkadang juga ikut mandi, ga jarang ibu ku minta jasa bantuan nya untuk urusan urusan ringan di rumah serta memberi nya upah, kami sempat iba awal nya atas apa yang telah di hadapi "J" , seumuran dia seharusnya mengenyam pendidikan sekolah "J" malah ga nentu arah.
Keputusan akhir di dapat yaitu dengan mengusir nya dari rumah, karena klo dia terus terusan di rumah bisa bisa habis isi rumah. Sebagaimana layak nya seorang ibu, banyak pesan pesan yang di berikan. berat memang bagi seorang ibu tapi kami memaksa nya untuk tetap mengusir nya, Susu di balas dengan air tuba seperti nya.

Di kutip dari blog Tumblr ku DI SINI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dasyatnya Perkataan Seorang Ibu

Rabu, 12 November 2014 sore hari sepulang dari kantor seperti biasa suasana rumah tidak pernah sepi, karna selain aktifitas catering mama yang lagi rame orderan ada beberapa temen lama yang mulai ngumpul di rumah, sekedar ngumpul dan skalian bantuin mama nyelesekan orderan catering, hitung hitung pekerjaan catering mama jadi cepet selese. Sore itu kulihat adikku tampak murung duduk sedirian di ruang tengah, ga ada yang aneh awalnya, isteriku tetiba menghampiriku saat aku baru masuk ruang tamu sepulang kantor mengatakan kalo ntar malem anak anak ngajakin ke happy puppy karaoke an bareng acara perpisahan si cungkring yang mo pindah ke kalimantan selatan & ga balik ke samarinda lagi, awalnya aku menolak untuk ikut karna harus menyeleseikan deathline pekerjaan kantor dan esoknya harus aku serahkan ke mitra perusahaan walopun akhirnya aku luluh juga untuk ikut karna bujukan isteriku. Agar pekerjaanku ga numpuk aku berinisiatip segera menyelesaikannya sehabis magrip, janjian sama anak a...

Sebenarnya

Entah sudah berapa banyak blog yang pernah aku bikin tapi aku biarkan karna ga punya ide trus di delete, aku sebenernya pingin banget ng blog tapi bingung harus ngisi apa tu blog ku, di awal awa punya blog karna masih bingung nulis apa jadi aku isi dengan profil profil band rock, tapi itu ga berlangsung lama karna amunisi nya terbatas dan juga pengetahuan ku tentang band band rock pun terbatas, hanya puluhan band yang terkenal padahal yang ga terkenal kan juga banyak, akhirnya aku putuskan mengganti ide isi blog ku, aku kepingin isi blog ku itu orisinil ide ku sendiri dan tulisanku sendiri, tapi masih buntu mesti tulis apa, jadi aku punya ide untuk menggantinya dengan semua berita unik, karna aku pikir yang namanya berita kan ga akan habis dan selalu ada.